selayang pandang halmahera utara

Sejarah

Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terbentuk pada 31 Mei 2003 dengan ibukota Tobelo. Sejalan dengan pembentukan kabupaten baru, maka kecamatan dan desa pun dimekarkan. Sembilan kecamatan dimekarkan menjadi 22 kecamatan dan 174 desa menjadi 260 desa. Pada tahun 2009, seiring ditetapkannya Pulau Morotai sebagai kabupaten tersendiri maka jumlahnya pun berubah menjadi 17 Kecamatan dan 196 desa.

Wilayah

Secara geografis, Kabupaten Halmahera Utara berada pada posisi kordinat 10,57'-20,0' lintang Utara dan 128,17'-128,18' bujur timur.

Luas wilayah kabupaten ini adalah seluas 22.507,32 Km2 yang terdiri dari 17.555,71 Km2 (78%) wilayah laut dan 4.951,61 Km2 (22%) wilayah darat.

Secara administratif Kabupaten Halmahera Utara berbatasan dengan Kabupaten Pulau Morotai di sebelah utara, Kabupaten Halmahera Timur di sebelah timur, Kabupaten Halmahera Barat di sebelah selatan maupun barat.

Populasi

Jumlah penduduk kabupaten Halmahera Utara tahun 2012 adalah 179.566 jiwa dimana 52% berkelamin pria dan 48% wanita. Populasi terbanyak tercatat di Kecamatan Tobelo dengan 35.639 jiwa, sedangkan Kecamatan Kao Teluk adalah yang paling sedikit dengan 3.933 jiwa.

POTENSI

Halmahera Utara memiliki hampir 50 pulau yang tersebar di laut Maluku dan laut Halmahera. Hampir setiap pulau memiliki keindahan alam yang khas. Pulau-pulau kecil dengan panorama pantai pasir putihnya, keindahan taman laut yang sangat indah dengan aneka ragam ikannya, keanekaragaman flora-fauna dan budaya serta situs-situs sejarah masa perang dunia II dapat dijumpai di daerah ini.

Halmahera Utara merupakan salah satu daerah agraris dengan potensi alamnya yang besar terdiri dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, pertambangan, industri kecil dan kepariwisataan.

Potensi alam yang belum di olah yaitu pasir besi, kandungan emas, batu mangan, batu bara  (terdapat di kecamatan Loloda Utara) serta potensi hasil laut yang melimpah.

Panorama alam yang indah dan mempesona serta keanekaragaman seni budaya yang masih mengakar kuat di masyarakat adalah modal pariwisata yang potensial untuk dikembangkan. Obyek wisata alam, wisata bahari, wisata budaya dan peninggalan sejarah serta agrowisata ditunjang berbagai macam tarian budaya serta hasil kerajinan rakyat berupa cinderamata membuat Halmahera Utara adalah tujuan wisata yang ideal.

IKHTISAR HALMAHERA UTARA

Negara: Indonesia
Provinsi: Maluku Utara
Area: 22.507,32 km2
Populasi: 179.566 jiwa (tahun 2012)
Ibukota: Tobelo
Bupati: Ir. Frans Manery (2016-2021)
Pembagian Wilayah: 17 Kecamatan, 196 Desa
Jumlah Pulau: 50 pulau
Penduduk: 90% etnis Halmahera, plus Javanese minority
Bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah (Galela, Tobelo, Loloda, Modole)