.:: Home > Berita
JUMLAH TITIK SELAM DI HALMAHERA UTARA BERTAMBAH
(11-08-2008) Irwan Rainu

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Utara terus berusaha mengoptimalkan potensi bawah laut Halmahera Utara dengan melakukan survei terhadap titik-titik selam baru yang dianggap layak jual.

Untuk maksud tersebut maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Tim Thalassa Diving Center Manado telah melakukan kegiatan survei selama tiga minggu yang berlangsung sejak 18 Juli s.d. 6 Agustus 2008. Lokasi yang di survei meliputi perairan Pulau Doi, Tanjung Supu, Teluk Galela, Pulau Morotai, Tanjung Bisoa, dan beberapa pulau kecil di depan Tobelo.

Tim survei dari Thalassa Diving Center Manado terdiri dari Fransman David, Weldy Warou, Recky Takaendengan, dan James Pasinaung. Selain itu juga dilibatkan tiga orang penyelam lokal atas nama Firman Bachtiar, Belman Bicara dan Irwan Rainu.
Dari hasil survei tim berhasil mengidentifikasikan sebanyak 31 titik selam (dive spot) baru yang bernilai jual dan menarik untuk diselami.

Hasil survei juga melaporkan kondisi terumbu karang jenis gorgonion, soft coral, sponge dalam keadaan baik. Kondisi karang yang sehat membuat beraneka jenis ikan seperti angel-fish, barracuda-fish, butterfly-fish, lion-fish, stone-fish, shark-fish, ikan pari dan pipe fish mudah dijumpai. Beragam biota laut seperti lobster, nudibranch, cleaner shrims, sea horse, crab juga berhasil didokumentasikan.

Untuk informasi, pada Juni 2008 yang lalu tim yang sama juga sudah melakukan peliputan terhadap potensi wisata alam, sejarah, budaya dan bawah laut yang dimiliki kabupaten ini. Hasil dari peliputan ini nantinya akan dipamerkan pada pameran internasional yang berlangsung di Las Vegas-Amerika Serikat pada Oktober 2008 mendatang. Hasil survei kala itu berhasil menemukan 18 titik selam sehingga sampai saat ini Halmahera Utara sudah memiliki 49 titik selam yang sudah diidentifikasikan.