TELUR MAMUA ANDALAN MASYARAKAT HALMAHERA UTARA(03-06-2009) Irwan Rainu
Telur Mamua (maleu) adalah sejenis telur dari burung yang hidup dalam hutan. Sehingga apabila bertelur biasanya dipinggiran pantai. Hal ini sepertin yang terjadi di wilayah kecamatan galela tepatnya di desa Toweka dan simau.
Burung ini bertelelur diwaktu malam. Kebanyakan pada waktu subuh. Dalam proses ini, setiap malam hanya 1 buah. Tetapi yang terjadi di desa toweka dan simau adalah tempat bertelurnya burung tersebut. Sehingga apabila tiba pada malam hari banyak sekali burunbg-burung itu ahirnya menghasilkan banyak telur. Yaitu kira-kira 100 butir lebih/ malam dengan jumlah burung ratusan. Dengan musim bertelurnya tidak menentu, dengan harga Rp. 6000,-/ butir.
Sebagian masyarakat setempat dijadikan sebagai harta mereka dalam wilayahnya masing-masing. Dan ini tidak dapat diganggu oleh siapa pun. Kawasan tempat bertelurnya adalah mulai dari kali Hela (Toweka) sampai kali Tiabo(Simau) dengan luasnya kurang lebih 5 KM.
Telur yang berbeda dengan telur ayam kampng mempunya ukurun kurang lebih 3 kali lipat dari telur ayam peras. Apabila bertelur di waktu bulan terang dalamnya mencapai kurang lebih 150 cm sedanglkan pada bulan gelap hanya 30 cm. untuk mengetahui termpat tersebut, masyarakat hanya mencari tempat cakaran burung atyau sayap. Kebiasaan ini sudah menjadi suatu pendapatan oleh masyarakat setempat.