| USER COMMENTS |
| Gete-gete: sanang skali....
kalu trnyata smua pnya kerinduan untuk melestarikan budaya halmahera utara.
cuma 1 hal yang menjadi torang p kendla pada saat melastarikan torang p budaya..
anak2 remaja & anak2 mudah sekarang...!!
banyak yang malu utk mnggunakan bahasa daerah dalam suatu percakapam yg non formal..
jadi sebelum budaya torang lestarikan dijenjang pendidikan, ada baiknya kalu dilakukan pembinaan secara khusus dlu kepada anak2 muda untuk turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian budaya....
baru kemudian secara umum dipublikasikan dikalangan masyarakat luas...
|
|
Rajab Sukardi: Pembangunan harus mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi& golongan. Betul apa yang dikatakan bang Muksin.Saya akan lebih setuju lagi jika slogan tersebut benar2 diaplikasikan di pemda Hal-UT.Jadi bukan hanya sekedar teori. | |
Rajab Sukardi: Bahasa adalah bagian dari kekayaan suatu bangsa yang memiliki nilai estetika yamg sngat tinggi. setahu saya selama tinggal di tobelo, jarang sekali anak2 muda yang mengerti apalagi menggunakannya . saya sngat mendukung skali jika bahasa tobelo dimasukkan di dalam kurikulum sekolah AGAR BAHASA Tobelo lestari alias tidak punah. gmn mrs. edha, deal...? | |
Edmon .k: Untuk menjaga dan melestrikn Kebudayaan,serta mengembankan Budaya suatu Daerah,maka sangat perlu di lakukan sosialisasi muulai dari tingkat TK Sampai dengan masyarakat pada umumnya.Kenapa perluh di lakukan sosialisasi.Mengingat karena dalam Budaya itu,sesuatu benda atau gambar mempunyai makna tersendiri.salah satu contoh adalah Motif pada Pakaian batik yang kita gunakan sekerang ini.Tentu masyarakat pasti bertanya-tanya apa makna dan arti dari motif tersebut.maka saya sarankan agar dibuatkan satu Buku tentang Ragamhias Halmahera Utara.Saya yakin setelah dibuat buku dimaksut ,masyarakat lebih mengetahui tentang Budaya kita ini. | |
Pagu: Siapapun senang klu Budaya/adat istiadat dikembangkan didaerah kita...
namun siapapun akan menyesal jika dipolitisasi oleh elite2 politik... | |
|