YEL-YEL HEROIK SUKU TOBELO DAN GALELA (03-10-2009) MahumkoShareMungkin masih segar dalam ingatan kita pekikan salam pembuka dari Bupati Halmahera Utara, Ir. Hein Namotemo, MSP pada saat memberikan sambutan pada acara peresmian kantor Bupati Halmahera Utara pada hari Rabu, 14 Agustus 2009 dengan yel-yel "HOTUUUUUUU...!" dan kemudian dijawab oleh para undangan dengan teriakan "YEEEEE...!".

Saya kira semua orang pasti merasa merinding bulu kuduknya pada saat mendengar pekikan "Hotuuu... Yeee...", yel-yel yang selama ini sudah dijadikan salam pembukaan dalam berbagai pertemuan untuk orang Tobelo-Galela.
Yel-yel "Hotuuuu... Yeeee..." sebenarnya merupakan yel-yel heroik yang dahulu diucapkan pada saat berlangsungnya upacara canga (pergi berperang) yang berarti menyatakan siap memberikan taruhan darah (membunuh atau dibunuh) dalam peperangan. Saat ini, yel-yel tersebut lebih digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai salam pembukaan atau salam penutupan dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh banyak orang.
Meskipun makna yel-yel tersebut adalah sama bagi orang Tobelo dan Galela, tetapi dalam prakteknya terdapat perbedaan dalam pengucapannya. Dikalangan suku Tobelo ada yang meneriakannya dengan "HO TUUUU...!", "O TUUUU...!", bahkan "O TUUUU...!". Sementara di Galela orang mengucapkannya dengan "A TUUUU...!".
Perbedaan pengucapan ini ternyata terjadi secara tidak disadari selama ini, sehingga kemudian muncul pertanyaan yel-yel manakah yang benar? Apakah Ho Tuuuu, Wo Tuuuu, O Tuuuu ataukah A Tuuuu? Atau...?
Dari beberapa pernyataan diatas dapat dijelaskan bahwa perbedaan terjadi pada pernyataan awal yaitu pada kata Ho, Wo, O dan A. Sedangkan pernyataan "Yeee..." yang merupakan pernyataan pengakuan oleh yang hadir adalah sama. Untuk mengetahui perbedaan tersebut maka kita perlu mendudukkan pemahaman kita mengenai dalam konteks apa yel-yel tersebut diucapkan dan apa sesungguhnya makna dari yel-yel tersebut?
Berdasarkan pengalaman dalam praktek berkehidupan masyarakat Tobelo-Galela, yel-yel "... Tuuuu" dan dijawab dengan "Yeeee", biasanya diucapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain:
- Pada saat orang memberikan sambutan sebagai salam pembuka.
- Pada saat sesuatu kesepakatan dicapai dan merupakan pernyataan persetujuan atas hasil kesepakatan tersebut.
- Pada saat memulai suatu pekerjaan yang melibatkan banyak orang dan merupakan pernyataan kesepakatan untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan tersebut sampai selesai.
- Pada saat melaksanakan pesta adat yang biasanya diiringi dengan tarian perang cakalela didahului dengan pekikan "... Tuuu Yeee".
- Pada saat melepaskan orang pergi berperang melawan musuh (canga) sebagai pernyataan siap menghadapi musuh tanpa kenal menyerah dan darah menjadi taruhannya.
Oleh karena yel-yel "... tuuu Yeee" sebenarnya merupakan yel-yel heroik maka yel-yel ini sesungguhnya merupakan pernyataan berperang dari seseorang pemimpin yang kemudian didukung oleh rakyatnya lewat pekikan "Yeeee".
H. Adnan Amal, SH dalam seminar "Menggali Kepahlawanan Merah Putih" pada tahun 2004 di gedung MTQ Desa Togawa Kecamatan Galela, menjelaskan bahwa berdasarkan sumber-sumber otentik dari Museum Sejarah di Belanda, diperoleh informasi bahwa yel-yel heroiknya orang Tobelo-Galela yang benar adalah "Au..." yang dipekikkan oleh seseorang pemimpin dan dijawab oleh pengikutnya dengan pekikan "Iye...". Au berarti darah sedangkan Iye menandakan setuju. Pandangan ini dapat kita terima dengan beberapa alasan :
- Yel-yel dimaksud adalah yel-yel berperang yang bermakna siap "meneteskan darah". Dengan demikian pernyataan Au atau darah sangat relevan dengan semangat dan makna yang terkandung dalam yel-yel itu sendiri.
- Setiap pernyataan tentunya mempunyai makna dalam bahasa setempat. Yel-yel Au dapat dibahasakan baik dalam bahasa Tobelo maupun Galela dan mempunyai arti yang sama yaitu darah. Akan tetapi yel-yel yang telah disebutkan sebelumnya seperti Hotuuu, Otuuu, Wotuuu atau Atuuuu tidak mempunyai arti apa-apa.
Menurut hemat saya, penjelasan H. Adnan Amal, SH dapat dipercaya karena diperoleh didukung oleh dokumen yang diperoleh dari Museum Sejarah di Belanda yang juga merupakan pusat informasi berbagai sejarah di Indonesia termasuk Sejarah Kerajaan Moro yang kekuasaannya meliputi seluruh wilayah Halmahera Utara saat ini.
Dengan demikian yel-yel heroiknya orang Tobelo-Galela yang benar adalah "Au... Iye...". Harapan saya, dengan tulisan ini tidak akan ada lagi perbedaan dalam menyatakan yel-yel perang antara orang Tobelo dan Galela. Terima kasih. (Media, Agustus 09).