TAMPILKAN ARTIKEL ANDA BERTEMAKAN HALMAHERA UTARA DI SINI!
Kami menerima artikel bertema Halmahera Utara untuk ditampilkan di situs ini.
Artikel dapat berupa pemikiran ataupun pengalaman anda selama berada di Halmahera Utara.
Artikel anda dapat dipublikasikan setelah terlebih dahulu
mendaftar sebagai user.
ANTARA BUDAYA DAN KEMAJUAN ZAMAN (26-11-2008) Lutfi Ibrahim KadjimSharePersoalan besar yang muncul di Halmahera Utara adalah krisis kebudayaan untuk mengimbangi kemajuan zaman. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dominasi rasionalisme, ternyata membawa manusia kepada kehidupan modern di mana sekularitas menjadi mentalitas zaman dan membuat kebudayaan cenderung terpinggirkan olehnya.
Lahirnya zaman modern saat ini tidak bisa dipungkiri telah memberikan peluang bagi kita sebagai putra daerah, untuk lebih terbuka kepada dunia luas tanpa meninggalkan identitas kita sebagai tuan rumah di rumah sendiri serta tidak juga meninggalkan semangat kebudayaan yang sebelumnya menjadi alat pemersatu masyarakat Halmahera Utara dari pengaruh modernisasi. Hal ini disebabkan pembangunan pada kenyataannya tidak pernah memberikan keadilan secara nyata terutama bagi kalangan bawah.
Dalam segala aspek seperti sekarang ini krisis kebudayaan sudah menjadi ciri peradaban modern, dan modernitas sekarang ini telah memasuki dunia dan sudah merembet ke masyarakat Halmahera Utara. Perlu diingat bahwa Maluku Utara termasuk salah satu wilayah yang masih bisa dikatakan belum tersentuh oleh jahatnya gurita kapitalisme yang mengancam kearifan lokal dan tetap menyimpan potensi untuk menghindari pengaruh dari luar.
Kemajuan zaman bisa sangat menguntungkan dari proses pelaksanaan pembangunan kerena kita bisa belajar dari pengalaman mereka yang telah terlebih dahulu membangun strategi pembangunan yang mampu mengambil aspek-aspek positif dari peradaban barat sekaligus menghilangkan aspek-aspek negatifnya. Hal ini bisa dilakukan dengan mempertahankan dasar-dasar kearifan lokal agar tetap terjaga kehidupan yang seimbang.
Apa yang diterangkan di atas menggambarkan bahwa kemajuan zaman akan menimbulkan reaksi terhadap posisi kebudayaan yang terpinggirkan oleh realitas sosial. Kebudayaan yang bersifat individual dan longgar adalah reaksi terhadap kehidupan yang sekular dan hedonis. Dan jangan kita lupakan bahwa di lain pihak, pada perkembangannya kebudayaan merupakan hasil proses dialektika masa sebelumnya.
Mencermati hal ini maka menurut hemat saya pemerintah haruslah lebih arif dalam memposisikan kebudayaan sebagai agenda utama untuk dirumuskan untuk mengimbangi dominasi kemajuan zaman dalam semua aspek kehidupan.