.:: Home > Artikel
TAMPILKAN ARTIKEL ANDA BERTEMAKAN HALMAHERA UTARA DI SINI!
Kami menerima artikel bertema Halmahera Utara untuk ditampilkan di situs ini.
Artikel dapat berupa pemikiran ataupun pengalaman anda selama berada di Halmahera Utara.
Artikel anda dapat dipublikasikan setelah terlebih dahulu mendaftar sebagai user.
OTONOMI DAERAH SEHARUSNYA....
(14-05-2008)  Lutfi Ibrahim Kadjim

Share

Sampai saat ini otonomi daerah masih menjadi topik yang menarik untuk diikuti karena selain membawa dampak yang kompleks, efektivitas pelaksanaannya belum dapat diukur.

Pada dasarnya, gagasan yang melandasi otonomi daerah adalah adanya ketimpangan pembangunan antara pusat dan daerah. Melalui desentralisasi kewenangan pemerintah pusat kepada daerah (otonomi) diharapkan akan mampu menjawab persoalan ini.

Di Halmahera Utara sendiri banyak opini yang muncul seputar pelaksanaan otonomi daerah yang dinilai masih dihantui oleh persoalan-persoalan yang sangat kompleks, seperti sumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya alam.

Halmahera Utara adalah daerah yang kaya akan keanekaragaman, baik itu suku, agama, budaya, maupun tingkat intelektualitas dan sosial-ekonomi. Sayangnya keanekaragaman yang dimiliki daerah ini cenderung tidak merata. Beberapa tempat memiliki sumber daya yang potensial dan sebagian lainnya tidak.

Halmahera Utara dengan lautan yang luas dan kaya akan kandungan sumber daya bahari yang potensial terbukti mampu memberikan manfaat yang memadai bagi kepentingan dan kesejahteraan penduduknya.

Keadilan sosial bukan hanya milik sekelompok orang atau daerah tertentu, tetapi merupakan milik seluruh masyarakat. Artinya keadilan sosial merupakan akumulasi dari kepentingan seluruh rakyat selaku pemegang kedaulatan tertinggi negara sebagai refleksi dari kehidupan demokrasi. Dengan kata lain, keadilan sosial adalah inti dari demokrasi. Namun, perlu ditegaskan bahwa keadilan sosial yang dimaksud bukan berdasarkan paham atau prinsip sama rata, sama rasa, tetapi secara proporsional, dengan menempatkannya dalam konteks keadilan dalam memperoleh hak-haknya sebagai warga negara.

Halmahera Utara seharusnya mengedepankan kebijakan otonomi daerah yang memiliki arti yang sangat penting. Desentralisasi pengawasan, jika hal ini bisa berjalan dalam pengertian yang nyata, akan memiliki pengaruh mendalam terhadap kehidupan masyarakat adat dan masyarakat desa. Selain itu, Otonomi daerah juga berpengaruh terhadap cara pengolahan sumber daya alam di Halmahera Utara yang bagi masyarakat lokal adalah hutan, tanah, air bersih dan sumber daya laut di mana mereka bergantung untuk hidup.

Otonomi daerah akan berhasil atau gagal tergantung pada apakah ia akan membantu menghentikan gelombang eksploitasi yang melanda sebagian besar wilayah Halmahera Utara atau tidak.

Ujian yang sesungguhnya juga akan terletak pada kekuatan demokrasi pada tingkat lokal, seberapa cepat dan seberapa jauh masyarakat lokal dapat menjamin bahwa mereka dapat mengambil bagian penuh dalam pembuatan keputusan terhadap pengelolaan dan perlindungan sumber daya alam.

Secara ideal, keberhasilan otonomi daerah akan memberikan pengawasan demokratis terhadap proses pembentukan kebijakan, penegakan hukum yang efektif serta pemerintahan daerah yang bersih dan transparan. Proses ini juga akan memberikan peluang penggunaan sumber daya alam berkelanjutan untuk kepentingan seluruh masyarakat sekarang dan di masa yang akan datang.

Di sisi lain, dari segi yang terburuk, kegagalan akan menyebabkan pengalihan kekuasaan kepada pusat-pusat pemerintahan daerah dengan para pemimpinnya yang bertingkah seperti tiran kecil dan hanya mencontoh ulang praktek-praktek perampokan sumber daya alam untuk keuntungan pribadi secara maksimal di tingkat daerah.

Artikel lain dari penulis yang sama:
>>  Antara Budaya dan Kemajuan Zaman
KOMENTAR ANDA
Hobata Wohia: Salam buat basudara. Kita cuma mo bilang, secara pribadi kta bangga karena dengan Otoda, Halut sekarang dipimpin oleh torang pe basudara sendiri, artinya harapan besar bahwa ditangan torang pe babasudara yg dipercayakan memimpin Halut termasuk para anggota Dewan, Halut semakin berjaya dan terkenal di mata dunia (sesuai Visi yg ada) dan lebih dari itu ekonomi masyarakat secara keseluruhan semakin baik dan tingkat pendidikan dan kesehatan pun semakin maju. Dan Untuk itulah saudara2 dipilih.
Maluku Persatuan: seorang pemimpin yang kaya raya dalam waktu singkat bersama dengan pengikut2nya. Pemimpin yang hanya memikirkan nasibnya sendiri and pengikut2nya.apakah anda puas dengan apa anda lakukan. untuk Bapak HeN NamOteMo...coba berpikir untuk masyarakatmu, apa yang akan anda perbuat untuk mereka..???????? Tuhan Memberkatimu Bapak Hen Namotemo dengan pengikut2mu yang dapat di gambarkan dengan Uang.
Sarakia Hobata: untuk kenyataan yang kayak skrg gak usah pake di tutup2i kaleeee!! komentar jelek dari masyarakat juga harus didengar donks!! bukankah masyarakat juga punya mata untuk melihat otda yang ada skarang??Eko Sarakia Hobata?
Zahra: Menurut saya, OTODA adalah HARAPAN, ASA menuju kebaikan "RAKYAT" kecil/Daerah. Cuman semua butuh kearifan lokal yang Oke Punya, Bukan arifnya untuk "DIRI SENDIRI", Abdi negara yang benar-benar pengabdi, Pemerintah yang benar-Benar mampu membela Rakyat..Gitu aja Deh
Ummi Haqqie: Kilas 1) Otoda bak Bagi-bagi Kue aja...(Cuman Buat orang Besar/Pejabat, red katanya tulisan beberapa orang), bener gak sih..? Katakanlah yang haq (benar) itu haq (benar) dan katakanlah yang bathil (salah) itu bathil (salah). Meminjam kata puitis Taufiq Ismail "Jangan-Jangan Kita sendiri Juga Maling" ....(*)tangan Kiri Mengais Upeti...Tangan Kanan Bagi Rejeki....(sedekah ke Masjid...Gereja...Vihara....dari uang hasil curian....(kotor)yah..tetep ajah kotor...g bakal suci atau bersih setelah sebagian curian dikeluarkan...hehe...apa lagi untuk pergi wisata rohani, sejenis naik haji gitu... Tuhan gak butuh sedekah dari hasil curian, mau jadi ROBIN HOOD (pencuri sejati harta orang2 Kaya yang Pelinya Na'udzubillah" atau RADEN SAID yang mencuri Uang Ayahnya (pelit) (KI DEMANG/ Istilah Kabupaten) untuk rakyat yang misin karena memang Kilas 2)Walo gitu Lebih mending dari pada kuenya cuman dimakan orang PUSAT/Belum Otoda...(red.katanya beberapa penikmat kue..."Bronkies", "Cookies" yah yang sejenis itu....), Apa lagi pendekatan pembangunan dengan beberapa metode Bottom Up, Top Down atau gabungan...kayaknya cuman istilah pemaniz bibir. Coba dilihat kebawah (Participal Rural Appraisal) Kilas 3) But, yang saya katakan semua adalah konsep "paradigma" Kilas 4) Para PNSPusat yang didaerah atau PNSD musti di memiliki Mind Setting atau kalu perlu yang rusak dan kotor musti di "Brain Storming" dulu pelatihan kerohaniah kayak gitu, yang muslim, Nasrani, Hindu, Budha, Konghucu, aliran kepercayaan dll...musti ikut Pelatihan ESQ kaleee...yah..?
halaman [1] [2]