.:: Home > Artikel
TAMPILKAN ARTIKEL ANDA BERTEMAKAN HALMAHERA UTARA DI SINI!
Kami menerima artikel bertema Halmahera Utara untuk ditampilkan di situs ini.
Artikel dapat berupa pemikiran ataupun pengalaman anda selama berada di Halmahera Utara.
Artikel anda dapat dipublikasikan setelah terlebih dahulu mendaftar sebagai user.
PENGALAMAN MENDAKI DUKONO VIA RUKO
(01-02-2008)  Eben Haezer BA

Share

Gunung Dukono yang terletak di bagian utara pulau Halmahera merupakan satu dari rangkaian gunung-gunung berapi aktif yang ada di Maluku. Di Indonesia, dari sekian banyak gunung berapi yang aktif, Dukono bersama dengan gunung Lokon di Sulawesi Utara merupakan dua yang paling sering berstatus waspada (level 2). Setiap tahunnya sejak 1933, Dukono tercatat selalu melakukan erupsi. Erupsi merupakan aktifitas keluarnya magma dari dalam bumi yang biasanya ditandai dengan suara gemuruh guguran.


Pengalaman mendaki Dukono sebenarnya merupakan pengalaman pertama mendaki gunung di Halmahera. Dari sekian banyak gunung yang ada, Dukono dengan letak yang terisolir memang memiliki daya tarik tersendiri.

Dukono sendiri bukanlah yang tertinggi di Halmahera. Gunung Gamkonora di Ibu-Halmahera Barat yang baru saja meletus pada 2007 silam adalah yang tertinggi dengan ketinggian 1.635 m dpl.

Untuk mendaki Dukono dengan ketinggian 1.185 m di atas permukaan laut dapat ditempuh dalam waktu 5-6 jam. Pendakian dapat dimulai dari desa Mamuya atau Ruko.

Jika anda datang dari Tobelo ke desa Mamuya, rumah terakhir di samping kanan jalan adalah Kantor BMG. Di situ anda dapat menanyakan status terkini Dukono, menandatangani buku tamu dan menanyakan tentang jalur untuk dilalui. Jalan kecil tepat di depan Kantor BMG adalah awal dari jalur menuju puncak Dukono.


Walaupun Mamuya merupakan jalur yang lazim dilalui para pendaki namun pada pendakian ini saya bersama tiga rekan sengaja mengambil jalur Ruko. Alasannya sederhana, hanya ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda.

Pendakian kami mulai pada pukul 5 pagi bersama seorang pemandu lokal bernama Donal, seorang warga Desa Ruko. Jalur ke Dukono pagi itu terasa dingin. Dengan ditemani kicauan burung dan udara hutan yang segar kami berangkat menuju Dukono.


Sepanjang 14 Km harus ditempuh untuk dapat sampai ke puncak Dukono. Sepanjang 7 Km pertama adalah melalui perkebunan penduduk dengan medan yang datar-datar saja. Lepas dari itu adalah hutan belantara. Jalur ke Dukono via Ruko rupanya sudah lama tidak dilalui sehingga pemandu kami harus bekerja ekstra untuk membersihkan semak belukar yang menutupi jalan.

Bagi anda penikmat burung, burung-burung khas Halmahera hampir selalu dapat anda jumpai disepanjang jalan ke Dukono. Walaupun menurut penduduk populasinya sudah jauh berkurang oleh karena habitatnya terus diusik, namun burung-burung seperti Nuri, Kakatua Putih, Elang dan Gagak adalah beberapa yang sempat saya lihat.


Pendakian Dukono sebenarnya baru akan terasa setelah tiba di area bebatuan vulkanik. Area ini akan anda temukan selepas dari hutan. Anda juga akan menemukan sebuah sungai kecil di sini. Dari sini kubah Dukono belumlah terlihat jelas karena masih terhalang oleh bebukitan. Sejujurnya bebukitan inilah fase terberat yang harus kami lalui. Dengan medan jalan yang curam dan sempit, bebukitan ini terasa sangat menyita tenaga. Satu hal menarik dari area bebatuan vulkanik ini adalah cerita bahwa tempat ini sering digunakan penduduk berburu rusa (dalam bahasa setempat: "mangasu"). Sayang, tidak nampak seekor rusa pun pada saat saya berada di area ini.

Lepas dari bebukitan itulah Dukono yang tampak duduk bersebelahan dengan gunung Karianga. Saat kami berada di puncak, Dukono sempat menyemburkan awan panas dalam skala kecil ke udara. Seorang Kanada yang pernah naik sampai ke tepian kubah Dukono mengatakan dia hanya tahan selama sekitar 5 menit berada di atas oleh karena gemuruh yang dihasilkan Dukono terasa sangat menyeramkan. Sebagai informasi, aktifitas gunung Dukono saat ini berlangsung di kawah Malupang Wariang yang berbentuk hampir bulat dengan diameter 360 m dan memiliki kedalaman 230 m.


Dari pengalaman saya ada beberapa tips yang dapat saya berikan untuk teman-teman sekalian:
  1. Pastikan status terkini gunung Dukono di Kantor BMG desa Mamuya sebelum anda melakukan pendakian.
  2. Apabila membutuhkan seorang pemandu (guide), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Utara dapat membantu anda.
  3. Jalur ke Dukono termasuk jarang dilalui bahkan kadang terhalang oleh semak belukar yang menutupi jalan. Membawa parang akan sangat membantu.
  4. Bermalam di puncak sepertinya merupakan keputusan terbaik. Jika beruntung, anda dapat menyaksikan pijar api Dukono pada saat malam.
  5. Untuk mempersingkat perjalanan, anda dapat menyewa ojek untuk melewati area perkebunan penduduk. Thanks to Laszlo Wagner for the tips.


Sayang, sebagai salah satu aset wisata gunung berapi di Halmahera Utara informasi tentang gunung ini sangatlah jarang. Hal ini pula yang mendorong saya dalam membuat tulisan ini. Semoga dapat membantu memberikan informasi mengenai Dukono.

Terima kasih untuk Hshdude dari Kanada untuk informasi mengenai Dukono. Silahkan kunjungi www.flickr.com/photos/hshdude untuk melihat galeri Dukono Hshdude. Salam....

KOMENTAR ANDA
Nur: Bagus juga tulisannya tapi ada oreksi : Kantor yang menangani masalah gunung bukan BMG, tapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, dalam hal ini digawangi oleh petugas Pos Pengamatan Gunungapi yang ditempatkan di setiap gunung api aktif.
Mariaee: berita yang bagus mhon informasix yg banyak,, bisa dijadikan plening ini kalo liburan ke tobelo supaya bisa menghirup udara segara lagi jauh dari rutinitas, melihat flora fauna yg uda jarang terlihat dan juga pemandangan yang hijau 'Jagalah Lingkungan Kita'. nanti ak bsa ditemanin kan???? HOho....
William_tbl@yahoo.co: Hi rido momou pa kabar ne...gmna kalo gW jadi blik desember k tobelove lw mwkan nemanin gw berguru di gunung dukono.......hehe just kidding.
Yanuardi Syukur: walau tinggal di kakinya dukono, saya blm sempat naik ke atas. tp dari daerah rumah sakit, juga sudah bisa dilihat indahnya tobelo walau tidak semua...
Cornellius: Tulisan ini sangat bagus Tingkatkan tulisan-tulisan yang bermutu seperti ini. Hotu...
halaman [1]