TANK AMPHIBI SEKUTU MASIH TERPARKIR (10-10-2007) AdministratorSharePenulis: Arwan Tuti Artha
Pulau Dodola adalah salah satu obyak wisata di Kabupaten Halmahera Utara yang menarik. Pulau ini terdiri dari dua daratan yang dihubungkan dan dikelilingi hamparan pasir putih. Ketika air laut pasang, Pulau Dodola terbagi menjadi dua, yaitu Dodola Kecil dan Dodola Besar.
Ketika air laut surut, pasir putih yang ada menjadi jembatan yang indah yang membelah dua perairan. Pasir putih di pulau ini memiliki keunikan yaitu pasir putih yang halus pada bibir pantai yang menghadap ke Pulau Morotai dan pasir putih yang kasar pada bibir pantai yang menghadap ke Pulau Halmahera.
"Itu terjadi karena adanya perbedaan arus," kata Kurnia Hardjanto, SSi, SPi Bersama rekannya, Wijaya Ladampa, SHut, serta Destha dari Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, ia melakukan penelitian potensi pariwisata di sana.
Pulau Dodola juga menyimpan sejarah masa perang kemerdekaan. Sebab, seperti dituturkan pemandu setempat, di pulau ini Douglas McArthur pernah berekreasi. Douglas McArthur dikenal sebagia jenderal sekutu pada masa perang dunia kedua.
Dari Pulau Dodola ada baiknya terus ke Pulau Morotai. Dalam perjalanan menuju ke Morotai, banyak pulau dilewati. Misalnya Pulau Sumsum, yang tergolong pulau kecil tapi memiliki panorama alam pantai pasir putih berkerikil dan nilai historis yang tinggi. Pada masa perang kemerdekaan, Pulau Sumsum digunakan sebagai tempat tinggal Jenderal Douglas McArthur. Masih bisa disaksikan goa pusat komando dan tempat pendaratan amphibi, ketika itu.
Pulau Morotai berada di ujung utara Kabupaten Halmahera Utara, berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Luas wilayah Pulau Morotai adalah 2.474,94 kilometer persegi, terbagi menjadi 5 kecamatan. Pulau Morotai menyimpan banyak kenangan tentang keberadaan tentara sekutu di masa perang dunia, terutama sebelum pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.
Pulau Morotai memang menyimpan peninggalan sejarah, seperti tujuh landasan udara peninggalan tentara sekutu yang dikenal dengan sebutan Pitu Strip dan tank-tank amphibi peninggalan tentara sekutu.
Pulau Morotai juga identik dengan Jenderal Divisi VII Angkatan Perang AS, Douglas McArthur. "Banyak jejak sejarah yang dibuat oleh McArthur di Morotai, terutama tentang kepiawaiannya dalam memimpin angkatan perang AS dan Sekutu melawan Jepang," kata tim ekspedisi Puspar UGM itu.
Bekas-bekas mesin Perang Dunia yang terdapat di Morotai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan atau siapa saja yang berkunjung ke Pulau itu. Selain peninggalan sejarah, terdapat pula obyek wisata alam di Morotai yang tidak kalah menariknya dengan daerah lainnya. Tanjung Pinang yang terkenal dengan keindahan alam pantainya dan Pantai Wewemo merupakan beberapa obyek wisata alam yang terdapat di Pulau Morotai.
*) Merupakan artikel Surat Kabar Kedaulatan Rakyat edisi 23 September 2007