.:: Home > Artikel
TAMPILKAN ARTIKEL ANDA BERTEMAKAN HALMAHERA UTARA DI SINI!
Kami menerima artikel bertema Halmahera Utara untuk ditampilkan di situs ini.
Artikel dapat berupa pemikiran ataupun pengalaman anda selama berada di Halmahera Utara.
Artikel anda dapat dipublikasikan setelah terlebih dahulu mendaftar sebagai user.
KABUPATEN BARU YANG KAYA PESONA
(23-08-2007)  Administrator

Share

Penulis: Arwan Tuti Artha

Apa yang menarik di Kabupaten Halmahera Utara? Letaknya di Provinsi Maluku Utara, merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran yang terbentuk tanggal 31 Mei 2003. Luasnya 24.983,32 km2 dengan 22 kecamatan dan 260 desa.

Beribukota di Tobelo, berjarak 138 mil laut dari Ternate, ibukota Provinsi Maluku Utara. Posisi kabupaten ini berada tepat di bibir Samudera Pasifik. Sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Timur dan Laut Halmahera. Sedangkan sebelah selatan dan barat berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Barat.

"Kabupaten Halmahera Utara sudah lama dikenal punya potensi pariwisata yang tidak kalah dengan daerah lain. Juga dengan ratusan pulau kecil yang sangat mempesona. Potensi wisata yang ada antara lain taman laut yang kaya biota laut, pulau-pulau kecil dengan pantai pasir putih indah dan air laut yang jernih, hutan, flora serta fauna beraneka ragam" jelas Wijaya Ladampa, S.Hut dan Kurnia Hardjanto, S.Si, S.Pi, yang bertolak ke Halmahera Utara bersama Destha dari Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM.

Dari hasil penelitiannya di Tobelo, dijumpai banyak bangunan fasilitas publik yang lengkap dan modern. "Kami melihat keramaian malam di Tobelo", tuturnya. Lalu pantai Luari yang berpasir putih di perbatasan antara Kecamatan Tobelo dan Kecamatan Galela. Pemandangan alamnya menarik. Lokasinya berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik.

Konon, sebutan Luari berasal dari sejarah pada saat terjadi perselisihan wilayah antara penduduk dua daerah di sekitar pantai ini. Atas inisiatif para tokoh masyarakat setempat, mereka berkumpul di pantai ini karena dirasa sebagai tempat yang netral. "Lalu penduduk setempat sepakat memberi nama Luari, yang berarti melihat dari luar", kata Wijaya.

Selain keindahan alam yang dimiliki Pantai Luari, wisatawan atau pengunjung dapat bermain dengan alunan ombak pantai maupun berenang. Dari pantai, tim ekspedisi melanjutkan perjalanan menuju Telaga Duma, danau terbesar di Halmahera Utara. Letaknya di Kecamatan Galela dan dapat dijangkau sekitar 45 menit dari Tobelo.

Danau Duma menawarkan panorama alam yang indah dan natural. Airnya jernih dan tenang sehingga cocok untuk berenang, memancing dan dayung. Selain itu, juga tepat untuk budidaya ikan air tawar dengan membuat karamba-karamba di salah satu sudut danau. "Kami sempat menikmati lezatnya sajian ikan bakar yang dipanen langsung dari danau", kata mereka.

Tidak jauh dari Danau Duma terdapat Talaga Makete, Talaga Likonano dan Talaga Kapupu. Hari berikutnya, tim ekspedisi mengunjungi Pulau Tagalaya dan Pulau Dodola yang tersohor karena keindahan alam bawah laut. Untuk merasakan keindahan itu, tersedia speedboat.

Perjalanan ke Pulau Tagalaya memerlukan waktu sekitar 15-20 menit dari Tobelo. Pemandangan yang asli, bawah laut, terumbu karang, ikan-ikan, biota laut, semakin menambah daya tarik.


*) Merupakan artikel Surat Kabar Kedaulatan Rakyat edisi Minggu, 12 Agustus 2007

KOMENTAR ANDA
Mr. Ichad: Kabupaten Kaya pesona, Rakyat sengsara merana....!
Yanuardi: seharusnya dengan alam kita yang begitu indah ini, masy kita tambah sejahtera.
R.Tabaga: memang sulit mengubah pola berpikir/cara pandang masyarakat halut yang sudah terkontaminasi oleh gaya KAPITALIS... tugas terberat MENGUBAH SDM halut yang semakin terpuruk saja akibat ulah pemimpin2 pemerintahannya yang KAPITALIS...Halut membutuhkan pemimpin yang berjiwa dan bervisi MUSA
Lutfi Kadjim_g0rua: Tabea..... ehm-ehm.....!!! celoteh diatas perupakan sebuah keraguan bagi saya terhadap jawaban saya yang masih sulit saya expresikan..!!! kenapa...??? HALUT adalah sebuah kebupaten yang perkembangannya menjadi ancaman bagi daerah lain karena pesatnya arus pembangunan dan ekonomi politiknya,, tapi jangan lupa bung..!! yang maju itu sektor ekopol dan paham pembangunan ( globalisasi) bukan rakyat yang maju, realitas menunjukan masyarakat kita lebih mengedepankan Style dibandingkan kesiapan menghadapi arus globalisasi...!!! dunia telah membuktikan bahwa kemajuan sebuah wilayah baik dari segi ekonomi,politik maupun pembangunan tidak sejajar dengan tingkat kesejahtraan masyarakatnya...
halaman [1]