.:: Home > Artikel
TAMPILKAN ARTIKEL ANDA BERTEMAKAN HALMAHERA UTARA DI SINI!
Kami menerima artikel bertema Halmahera Utara untuk ditampilkan di situs ini.
Artikel dapat berupa pemikiran ataupun pengalaman anda selama berada di Halmahera Utara.
Artikel anda dapat dipublikasikan setelah terlebih dahulu mendaftar sebagai user.
KERAJINAN CANGKANG MUTIARA ASAL PULAU BOBALE
(12-05-2007)  Ronny

Share

Penulis: Ferry (www.travelclub.co.id)

Kerajinan yang berasal dari mutiara memang menarik dan menjadi andalan bagi beberapa daerah di Indonesia. Tetapi kalau kerajinan itu berasal dari 'rumahnya' mutiara yang biasa disebut cangkang mutiara, jelas merupakan sesuatu yang unik dan perlu dikembangkan.

Di Halmahera Utara, tepatnya di pulau Bobale, kecamatan Kao terdapat seorang pengrajin yang telah bertahun-tahun mengembangkan kerajinan cangkang mutiara. Elieser Patiasina, 70 tahun, mendapatkan inspirasinya saat bekerja selama 9 tahun mulai tahun 1969 di perusahaan pengembangan budidaya mutiara milik Jepang hingga akhirnya menjadi pekerjaan tetapnya sehari-hari selain menjadi nelayan.

Ngoco,itulah sebutan untuk Cangkang Mutiara. Dari rumah mutiara inilah berbagai bandul kalung dan anting dibuat. Biasanya cangkang didapat dengan memesan dari anak-anak muda di sekitar desanya, yang biasa menyelam untuk mengambil mutiara-mutiara di dasar laut sekitar Pulau Bobale hingga kedalamannya 10-40 meter dari permukaan laut.

Bukan perkara mudah mencari serta mengangkat cangkang mutiara ini. Cara mengambilnya, penyelam menggunakan masker khusus yang dilengkapi selang udara untuk mensuplai udara akibat kedalaman. Satu cangkang itu berarti sepasang dan rata-rata beratnya 1 kilogram.

Elieser harus merogoh koceknya Rp 50 ribu untuk setiap satu kilo cangkang mutiara, Dari jumlah itu, ia berhasil membuat sekitar 30 batu kecil-kecil berupa bandul atau anting-anting.

Dengan bantuan alat berupa gergaji dan pengikis batu, Elieser mengerjakan kerajinannya itu di samping pekarangan rumahnya setiap hari. Pertama-tama dibuat gambaran kasar bentuk yang diinginkan di permukaan cangkang. Kemudian cangkang digergaji menjadi bentuk kotak-kotak kecil. Kemudian potongan cangkang yang berbentuk kotak dikikis secara perlahan-lahan sambil sesekali dibersihkan dengan air. Hingga akhirnya bentuk yang diinginkan terbentuk, lalu diperhalus sebagai sentuhan terakhir.

Dari aneka bentuk seperti rica (cahe), salib, hati, jajaran genjang, dan lainnya, bapak tua ini menjual tiap-tiap bandulnya seharga Rp 10 ribu-Rp 25 ribu. Beberapa jenis kerajinannya itu mempunyai dua warna yang terjadi secara alami maupun ditempel dari potongan cangkang yang berbeda.

Sewaktu muda, Elieser masih bisa menjual sendiri hasil kerajinannya ke kota-kota di sekitar Pulau Bobale, seperti Tobelo dan Ternate hingga ke Ambon. Tetapi sekarang, hanya membuat sesuai pesanan saja dan pembelinya sendiri yang datang ke Pulau Bobale untuk mengambil pesanannya. Ketika itu ia dapat mengeruk keuntungan hingga enam juta rupiah setiap bulan. Tapi sekarang sedikitnya kakek tua ini berpenghasilan Rp 500 ribu per bulannya

Berkat Elieser, kini setidaknya ada 10 pengrajin yang menghasilkan kerajinan cangkang mutiara di pulau herpenduduk 800 jiwa ini. Hanya pembinaan berkelanjutan yang diperlukan dari pemerintah daerah setempat sehingga kerajinan ini dapat diandalkan sebagai salah satu cinderamata khas Halmahera Utara.

Pulau Bobale dapat dicapai dengan menyewa perahu kecil milik nelayan di sepanjang pantai di Kecamatan Kao. Biayanya bisa di- negosiasi, sekitar Rp. 150 ribu pergi-pulang.

Obyek lain yang bisa dinikmati adalah pantai Pulau Bobale. Di sana kita bisa mancing atau sekedar berjemur. Kalau ingin menyelam bisa juga, tapi jangan lupa bawa sendiri perlengkapannya.


KOMENTAR ANDA
Darx: kalo kanari langka bolong tuh.... iyoo kasi di admin sudah... atau kasi maso di kita pe situs sudah... www.darius-arkwright.blogspot.com ok.... btw, dekat Halut tu dimana?? hehee
Ronny: To Darx: Nama yg bgs klu artikel ini pernah dibaca berarti ngana jg sering browsing di dunia maya.Klu cerita ttg kanari langka di halut pernah tara ngana baca? Qmana klu qta kirim ke admin utk dipublish, ok salam kenal juga namun posisi tara jauh dari halut.
Darx: kalo ini sih kita pernah baca.... bt its okay... good work.... Bu ronny dimana neh...?? JeLoU
halaman [1]