PARIWISATA HALMAHERA UTARA (14-03-2007) Esra AnuShareKabupaten Halmahera Utara memiliki potensi kepariwisataan yang tidak kalah dengan daerah lain. Potensi wisata bahari berupa taman laut yang kaya dengan biota laut, pulau-pulau kecil dengan pantai pasir putih yang indah dan air laut yang bening, hutan, flora dan fauna yang beraneka ragam dan gunung berapi Dukono serta air terjun dapat dikembangkan menjadi ekowisata dan wisata petualangan.
Seni dan budaya dengan berbagai jenis tarian dan musik tradisional yang berakar pada budaya hibualamo, kerajinan tangan, bahasa daerah yang beraneka macam serta peninggalan sejarah perang dunia II ada di daerah ini. Dua landasan perintis pesawat terbang masing-masing di Kao dan Galela dan satu landasan permanen peninggalan perang dunia II di Daruba dapat dikembangkan untuk rute penerbangan domestik maupun internasional. Bila potensi itu dikemas dengan baik, ke depan daerah ini dapat menjadi daerah tujuan wisata yang handal.
Pertanyaannya adalah apakah keamanan dan kenyamanan di daerah ini terjamin sehingga para investor dan wisatawan tidak ragu datang kesini? Berapa besar investasi yang dibutuhkan daerah ini? Berapa banyak kesempatan berusaha dan kesempatan kerja yang tersedia sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan ikut memberi kontribusi pada PAD? Jawaban atas pertanyaan itu sangat tergantung pada sampai seberapa jauh komitmen pemerintah daerah dan masyarakat di Halmahera Utara pada pengembangan sektor pariwisata. Bila keamanan dan kenyamanan terjamin investor dan wisatawan akan datang. Bila ada investasi maka kesempatan berusaha dan bekerja akan terbuka yang pada gilirannya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan biasnya pada PAD.
Pengembangan sektor kepariwisataan dilakukan dengan mengacu pada pokok-pokok pikiran dan kebijakan sebagai berikut:
a. Menjadikan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja di Halmahera Utara.
b. Mengembangkan pariwisata di Halmahera Utara sebagai wahana pemahaman ragam budaya bangsa dalam bingkai NKRI, sebab pariwisata dapat mempererat hubungan antar suku dengan mengenal budaya daerah atau suku lain.
c. Mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing.
d. Menjadikan pariwisata sebagai alat pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
e. Mengupayakan kualitas produk pariwisata melalui program standarisasi.
Untuk mewujudkan pokok-pokok pikiran dan kebijakan di atas, maka sejumlah upaya perlu dilakukan di antaranya adalah :
1. Perlu ditetapkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) dengan peraturan daerah dan Rancangan Induk Pengembangan Obyek Wisata (RIPOW).
2. Perencanaan mengacu pada kebijakan yang berjenjang secara nasional, regional (provinsi) dan lokal (kabupaten).
3. Perencanaan dibuat dengan pendekatan bottom-up dan top-down.
4. Peningkatan anggaran untuk sektor pariwisata dan kebudayaan.
5. Penentuan skala prioritas pembangunan di bidang kepariwisataan secara berencana, terarah, bertahap dan berkesinambungan.
6. Peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.
7. Pengamanan obyek dan daya tarik wisata.
8. Pengembangan obyek wisata yang berwawasan lingkungan sesuai RIPPDA dan RIPOW.
9. Pembangunan sarana penunjang dan telekomunikasi.
10. Revitalisasi seni budaya sebagai daya tarik wisata.
Kendati banyak tuntutan dari berbagai kalangan tentang perlunya sektor pariwisata dijadikan salah satu pilar pembangunan di Halmahera Utara, namun sampai sekarang belum banyak yang dilakukan. Dana pemerintah daerah yang masih sangat terbatas jumlahnya serta alokasi dana yang kecil untuk sektor pariwisata merupakan kendala. Upaya yang dilakukan selama ini masih berskala kecil, di antaranya adalah:
1. Mendata potensi kepariwisataan serta fasilitas penunjang.
2. Mengadakan koordinasi dengan dinas terkait utamanya dengan Kimpraswil dalam hal pembuatan jalan masuk menuju obyek wisata di talaga Paca (sedang dikerjakan), pantai Kupa Kupa, Pitu, Luari, Somola, tanjung Duma dan sumber air panas Mamuya (direncanakan tahun 2007).
3. Menyelenggarakan lokakarya pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil.
4. Sebagai peserta pameran pariwisata nusantara yang diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di Semanggi Expo Jakarta tahun 2005 dan 2006.
5. Promosi pariwisata dan kebudayaan Halmahera Utara melalui media Internet.
6. Melakukan kampanye sadar wisata.
7. Mengadakan pelatihan bagi pengusaha hotel dan rumah makan.
8. Pengadaan alat-alat selam dan seni budaya.
9. Menggelar festival seni budaya.
10. Pembangunan sarana penunjang (MCK dan payung) di lokasi obyek wisata Kupa Kupa, Kumo, Luari, Somola dan Tanjung Duma.
11. Pembuatan rancangan induk pengembangan pariwisata daerah dan rancangan induk pengembangan obyek dan daya tarik wisata.