DANAU DUMA YANG MENJANJIKAN (18-12-2006) Desius MangembuludeShareDanau Duma di Galela menyimpan sejuta potensi wisata yang memiliki prospek cerah di masa depan. Pada hari minggu danau ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal yang bermaksud melepas lelah setelah seminggu bekerja. Para wisatawan lokal ini kebanyakan berasal dari Tobelo, ibukota kabupaten Halmahera Utara. Alasan mereka memilih danau Duma karena panorama alamnya yang mempesona.
Para wisatawan ini biasanya datang dengan menumpang damri milik pemerintah daerah kabupaten Halmahera Utara. Beberapa dari mereka bahkan ada yang datang dengan kendaraan pribadi. Duduk santai sambil menikmati keindahan alam, mandi dan berenang adalah hal yang biasa dilakukan para wisatawan di tempat ini. Beberapa komunitas agama seperti Kristiani juga kerap memilih tanjung Duma yang berada di pinggiran danau untuk bertamasya rohani. Danau Duma memang menjadi harapan yang menjanjikan bagi daerah ini.
Saat ini pemerintah daerah terlihat mulai serius mempersiapkan fasilitas penunjang yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan danau Duma ditetapkan menjadi salah satu target pengembangan obyek wisata daerah. Beberapa fasilitas umum seperti kamar mandi dan payung peneduh akan dibangun di sana. Rencananya dibeberapa lokasi lain seperti pantai Kupakupa, pantai Kumo, pantai Luari, dan teluk Somola juga akan dibangun fasilitas yang sama. Hal ini hanya merupakan langkah awal dari upaya penataan fasilitas penunjang kegiatan berwisata di daerah ini.
Semua ini memang belum seberapa bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia seperti Bali dan Yogyakarta yang sudah memiliki banyak fasilitas penunjang berwisata, sehingga tidak heran bila daerah-daerah tersebut selalu menjadi daerah tujuan wisata favorit.
Lantas bagaimana dengan Halmahera Utara? Dengan memberikan sumbangsih pikiran, tenaga, bahkan materiil bagi kemajuan daerah ini, maka pelan tapi pasti daerah ini akan sama dengan daerah-daerah lain. Mengapa? Beberapa alasan yang dapat saya kemukakan adalah sebagai berikut:
Pertama, daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang tidak kalah indahnya dari daerah lain di Indonesia.
Kedua, Lokasinya yang berada di bibir pasifik, dekat dengan Manado dan negara tetangga Philipina, sehingga apabila jalur transportasinya ditata dengan baik dapat menjadi tujuan wisata internasional.
Ketiga, memiliki beragam suku, bahasa, adat dan budaya sebagai suatu keunikan tersendiri. Salah satu cerita menarik mengenai keunikan bahasa di daerah ini dapat diceritakan sebagai berikut. Ada tiga orang dari suku Tobelo, Galela dan Loloda yang dapat saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerahnya namun dapat dimengerti oleh lawan bicaranya. Hal ini dikarenakan walaupun berbeda, bahasa Tobelo Galela dan Loloda memiliki beberapa kesamaan.
Keempat, memiliki beberapa landasan pacu pesawat yang merupakan peninggalan PDII yang belum dioptimalkan.
Sebenarnya masih banyak potensi-potensi non-wisata lain di daerah ini yang belum terungkap seperti kandungan alam Au di Gosowong, Mn di pulau Doi dan jalur penyebaran kapak lonjong. Kini tinggal bagaimana semua ini diimplementasikan dalam tugas dan tanggung jawab anak-anak negeri Hibualamo. Impian ini bisa terwujud apabila semua komponen di daerah ini termasuk dinas terkait bersatu padu untuk mengamankan, mengembangkan serta melestarikan semua potensi sumber daya alam di daerah ini sambil mengingat pepatah 'ringan sama dijinjing, berat sama dipikul'. Semuanya demi jayanya negeri ini.