.:: Home > Artikel
TAMPILKAN ARTIKEL ANDA BERTEMAKAN HALMAHERA UTARA DI SINI!
Kami menerima artikel bertema Halmahera Utara untuk ditampilkan di situs ini.
Artikel dapat berupa pemikiran ataupun pengalaman anda selama berada di Halmahera Utara.
Artikel anda dapat dipublikasikan setelah terlebih dahulu mendaftar sebagai user.
BEDAH POTENSI EKONOMI MALUKU UTARA
(26-10-2006)  Administrator


Penulis: dok. KOMPAS

Penampilan perekonomian Maluku Utara sejak krisis ekonomi nasional langsung anjlok total. Indikator merosotnya perekonomian Maluku Utara antara lain bisa dilihat pada penurunan nilai ekspor. Di era sebelum krisis, nilai ekspor komoditas nonmigas Maluku Utara sempat membuat lompatan yang mengesankan.

Pada periode 1995-1997 nilai ekspor Maluku Utara naik tajam, dari 136,7 juta dollar AS pada tahun 1995 menjadi 156,8 juta dollar AS (1996). Akibat krisis ekonomi 1998, ekspor Maluku Utara turun 40 persen menjadi 90,5 juta dollar AS, dan 1999 turun lagi hanya mencapai 87,7 juta dollar AS.

Kondisi ini semakin parah, menyusul konflik horizontal di daerah ini sejak Oktober 1999 hingga akhir 2000, hingga angkanya pun tidak terekam. Ketua Bappeda Maluku Utara AK Taslim menambahkan, perang saudara mengakibatkan macetnya mesin ekspor yang berarti pula macetnya sendi-sendi perekonomian di sana.

Padahal, siapa pun yang melakukan pendekatan ekonomi di provinsi terbaru ini akan tiba pada kesimpulan yang sama: Maluku Utara menyimpan potensi ekonomi yang sangat kuat, dan letaknya di bibir Samudera Pasifik, sehingga di masa yang akan datang wilayah ini berpeluang meraih beragam keuntungan ekonomi, khususnya dalam percaturan Pasar Pasifik.

Pulau Morotai-yang menjadi basis konsolidasi terakhir Tentara Sekutu pada Perang Dunia II-bisa diperankan sebagai pintu gerbang ke luar-masuk dari dan ke Pasifik. Letak strategis Pulau Morotai bisa menjadi pertimbangan utama pengembangan Maluku Utara. Bukankah AS sebelum menaklukkan Filipina, Jepang, dan Korea, mengonsolidasikan militernya di Morotai.

Sisa-sisa peninggalan AS di Morotai masih tampak kasat mata, seperti tujuh buah landasan pacu pesawat dan banyaknya kerangka kapal di perairannya. Bahkan hingga kini ranjau-ranjau laut yang disebar Sekutu untuk melindungi basis militer Morotai masih saja memangsa nelayan Morotai. Dikaitkan dengan maraknya pasar Pasifik, Morotai dapat dimanfaatkan dan diberdayakan untuk kepentingan perdagangan internasional Indonesia.

Pulau Morotai juga memiliki komoditas perdagangan yang beragam, mulai dari plywood, kayu olahan lain, minyak kelapa kasar, bungkil, pisang segar, kopra, pala, fuli, kakao, kayu bular, dan rotan. Bahkan, Kelompok Sinar Mas memiliki perkebunan pisang modern sebelum akhirnya ditutup akibat perang saudara.

Di samping itu, Maluku Utara yang akrab disebut Maloku Kie Raha (gugusan empat pulau bergunung) ini memiliki kekayaan tambang yang cukup menjanjikan, seperti nikel ore, limonite, dan emas. Yang tak kalah menarik, tentu potensi laut dan perikanan yang bernilai milyaran dollar.

Anugerah Tuhan, perairan Maluku Utara merupakan tempat matang dan dewasanya ikan sejenis cakalang dan tuna. Sesuai siklusnya, cakalang dan tuna bertelur di perairan Jepang dan dibawa arus ke selatan hingga ke perairan Maluku, termasuk Sulawesi dan Teluk Tomini. Sampai di perairan Indonesia, kedua jenis ikan itu sudah siap makan. Tidak heran jika di perairan ini seringkali ditemukan banyak kapal ikan asing berbaju domestik.

Dari potensi laut yang ada, data tahun 1999 menyebutkan baru sekitar 56.849 ton yang dimanfaatkan. Khusus ikan tuna yang diminati pasar Jepang, potensi lestarinya di Maluku Utara mencapai sekitar 50.000 ton, sedangkan cakalang 72.187 ton.

Maluku Utara juga masih menyimpan kekayaan hutan seluas 3,1 juta hektar. Di sana hingga kini beroperasi 15 perusahaan pemegang izin hak pengusahaan hutan (HPH), empat perusahaan hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI), 295 pemegang hak pemungutan hasil hutan (HPHH), dan tiga pemegang izin pengolahan hutan (IPK).

Potensi ekonomi Maluku Utara menjadi semakin lengkap dengan kekayaan tambang nikel kadar N1 1,5-2,5 persen. Besar potensi nikel yang sudah diketahui berkisar 220 juta ton yang tersebar di Tanjung Buli, Pualu Gee, Pulau Pakal, Pulau Obi, dan Teluk Weda. Dua lokasi di antaranya sudah ditambang, yaitu Pulau Gebe dan Gag.

Di samping nikel, tambang emas yang dikandung Maluku Utara berdasarkan hasil penelitian PT Halmahera Minerals berkisar 1,4 juta ton dengan kadar layak tambang. Prospek emas juga terdapat di Ruwait serta Tugurachi.

Sumber daya geologis lainnya terdapat di Pulau Obi yang diperkirakan mengandung 6,8 juta ton. Kandungan sumber daya geologis terbesar ditemukan di Pulau Bacan berkisar 70 juta ton. Tembaga yang tersimpan di perut Bumi Maluku Utara berkisar 70 juta ton, belum lagi mineral mangan, kromit, batu gamping, kalsit, bentonit, diatome, talk, kaolin, perlit, magnesit, andesit, sirtu, batu apung, diorit, dan beragam batu mulia.

Melihat potensi ekonomi yang beragam, Prof Dr Lucky Sondakh MSc dari Universitas Sam Ratulangi Manado memprediksi daerah ini dapat tampil sejajar dengan provinsi kaya lainnya di Indonesia, seperti halnya Kalimantan Timur, Papua, Riau, maupun Aceh.

Persoalan yang muncul di balik itu, kata Sondakh, bagaimana menciptakan stabilitas di semua bidang kehidupan masyarakat. Bagi kalangan investor dan siapa pun yang berminat ikut ambil bagian dalam memajukan daerah itu, selalu akan mengedepankan prasyarat dasar stabilitas.

Kesengsaraan akibat perang saudara telah membuat daerah ini makin tertinggal, sehingga hanya kerja keraslah yang bisa membuat mereka sejajar dengan masyarakat provinsi lain.

"Pulanglah dan mulailah membangun kembali rumahmu, desamu, sekolahmu, karena Anda sekalian berpeluang menikmati beragam nilai lebih yang dimiliki oleh daerahmu. Daerahmu berpeluang tampil sejajar dengan provinsi di Indonesia yang termaju sekalipun, karena Anda di sana punya potensi yang amat menjanjikan," ujar Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah ketika berkunjung ke Galela. (mba/fr)



KOMENTAR ANDA
Utam Obi: Stlah hri yang di tunggu2 telah usai(pelantikan gubernur) kami berharap secepatnya gubernur terpilih memindakan kantor gub di sofifi
Susilo Bambang Yudoy: kalau tidak sanggup memimpin sebaiknya mundur saja,masih banyak pemimpin yang bagus di indonesia.jangan buat rakyat sengsara,dan 1 hal lagi,tolong perbaiki etika dan tata cara berbicara orang halmahera
Adun ( LN ): Nurani center...... bapak bupati kalau tidak bisa pimpin halut mundur aja dee e e... soalnya potensi daerah yang begitu banyak tidak mampu kelola...
M.H. Adam ( Lingkara: Pulau halmahera mempunyai potensi sumber daya alam. ada sebagai sudah di kelolah tetapi ada beberap hal penting yang harus di perhatikan : 1. pemerintah daerah tidak mempunyai data yang jelas. 2. pemerintah daerah hanya mementingkan kepentingan pribadi ( Melakukan pungutan di luar sistem yang ada sehingga mengungtung diri sendiri dasn merugikan daerah dan rakyat.) 3. pemerintah daerah telah mengabaikan mayarakat.
Fachruddin Banyo: sebagai aktivis HIMAPIKANI ( Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia ), saya mencermati kondisi ekonomi masyarakat nelayan di Maluku Utara sampai saat ini masih pada garis kemiskinan. kalau di kaji dalam konteks sumberdaya Maluku Utara cukup memiliki keunggulan leading tersendiri namun kebijakan selama ini tidak menyentuh langsung kepada masyarakat. dan pemerintah terkesan hanya mengedepankan kepentingan private/kelompok kecil yang akhirnya masyarakat nelayan merasa di pojokkan dalam mengisi pembangunan di daerah. ini sebagai oto kritik buat Pemerintah yang lalai dalam mengawal agenda-agenda prioritas di sektor kelautan dan Perikanan. hanya satu sikap di sampaikan oleh aktivis HIMAPIKANI maluku Utara " Turunkan Pak Kadis, selamatkan potensi laut"
halaman [1] [2] [3]